INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah (Menkeu) dan Bank Indonesia diminta untuk mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi hari ini.
Hal ini disampaiakan pengamat pasar uang Edwin Sinaga kepada INILAH.COM, Kamis (22/9). "BI dan pemerintah yang dalam hal ini Menteri Keuangan harus betul-betul memperhatikan pelemahan rupiah ini dan terus memantau pasar," ujarnya.
Menurutnya, pelemahan rupiah ini lebih disebabkan capital outflow yang lebih dikarenakan kondisi ekonomi di Eropa yang semakin tidak menentu. "Ini membuat investor asing yang berada di emerging market juga menjadi khawatir dan menarik dananya untuk sementara waktu," tukasnya.
Dalam melakukan intervensi, Edwin mengingatkan agar BI mempertimbangkan kekuatan cadangan devisa yang ada saat ini. "Jadi kalaupun dilakukan intervensi harus terkontrol," tegasnya.
Sore ini rupiah ditutup melemah 235 poin atau turun 2,52% ke level 9.080. Pelemahan rupiah tertinggi hari berada di level 9.440.