Diakhir Tahun 2010 Rupiah Tembus Dibawah 9 Ribu

rupiah_50.0005Dipenghujung tahun 2010 rupiah berhasil menembus dibawah level 9 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) seiring terapresiasinya mata uang kawasan.

Ditransaksi pasar uang antar bank di Jakarta Kamis (30/12) nilai tukar rupiah ditutup di level 8.995, atau menguat 7 poin dari posisi kemarin di 9.002 per dolar AS. Mata uang lokal bahkan sempat menguat hingga ke level 8.972 per dolar AS.



Sepanjang tahun ini rupiah telah menguat 4,31 persen dari posisi akhir tahun 2009 di 9.400 per dolar AS.


Pengamat pasar uang dari PT Monex Investindo Futures, Apelles R. T Kawengian menjelaskan kebijakan bank sentral Cina (BPoC) menaikkan suku bunganya akhir pekan lalu memicu apresiasi mata uang kawasan termasuk rupiah. “Penguatan rupiah dalam dua hari terakhir ditopang oleh faktor regional,” kata Apelles.


BPoC harus menaikkan suku bunga acuannya dua kali dalam dua bulan terakhir untuk meredam laju inflasi serta menahan kucuran kredit. Suku bunga kredit Cina naik 25 basis poin menjaid 5,81 persen dan suku bunga deposito juga naik 25 basis poin menjadi 2,75 persen.


Kenaikan suku bunga Negeri Tirai Bambu ini otomatis menyulut apresiasi mata uang regional termasuk yen hingga menguat ke level 81 per dolar AS. Hal inipun berimbas positif bagi mata uang lokal sepanjang pekan ini.


Dari faktor domestik tidak ada faktor fundamental yang mendukung apresiasi rupiah. Yang mendorong menguatan mata uang lokal adalah naiknya indeks saham di pekan terakhir tahun ini.


Masuknya aliran dana asing ke pasar investasi domestik baik di bursa saham dan obligasi menjadi pemicu terapresiasinya rupiah. Cadangan devisa Indonesia juga meningkat mencapai US$ 92,76 miliar.


Apresiasi rupiah sempat terganjal oleh krisis Yunani dan mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani pada bulan Mei lalu. Para pelaku pasar sempat berbalik memegang dolar AS disaat pasar finansial global dilanda ketidakpastian.


Untuk tahun depan Apelles memproyeksikan rupiah masih berpeluang menguat hingga ke level 8.800 per dolar AS, jika tembus mata uang lokal bisa menuju ke 8.500. Hingga saat ini tidak ada alasan bagi mata uang lokal untuk melemah. [Tempointeraktif]