|
Oleh Administrator
|
|
Minggu, 20 Juni 2010 12:40 |
|
Jakarta - Penggabungan Esia dengan Telkom Flexi diharapkan tidak menimbulkan praktik monopoli dalam bisnis. Penggabungan dua operator CDMA terbesar itu diharapkan tetap dilakukan dalam koridor bisnis yang sehat.
"Saya kira dihindari monopoli, saya tetap berpesan kalaupun ini terjadi penggabungan harus tetap dalam koridor bisnis yang sehat sebagai pelaku bisnis telekomunikasi," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar, saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Flexi saat ini tercatat sebagai operator CDMA terbesar pertama di Indonesia, sementara esia yang dimiliki oleh PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) merupakan operator CDMA terbesar kedua.
Lembaga pemeringkat, Fitch Ratings sebelumnya mengatakan, hingga akhir tahun 2009, Telkom-Flexi tercatat memiliki 15,1 juta pelanggan, sementara Bakrie Telecom memiliki 10,6 juta pelanggan. Gabungan keduanya akan menciptakan operator dengan pelanggan terbesar keempat di Indonesia, dibelakang PT XL Axiata Tbk yang memiliki 31,4 juta pelanggan hingga akhir tahun 2009.
Mustafa menyatakan pihaknya sudah memberikan sinyal merestui penggabungan kedua provider CDMA tersebut walaupun surat balasan kepada pihak Telkom atas permintaan gabungan tersebut belum diberikan.
"Iya secara resmi belum dibalas, tapi secara prinsip sudah oke, go. Sudah bilang ke Pak Rinaldy (Dirut Telkom), secara prinsip oke. Sekarang tahapnya adalah melanjutkan negosiasi pihak sana-pihak sini bertemu untuk mencari formula yang win-win," tegasnya.
Mustafa menilai penggabungan dua operator CDMA tersebut merupakan penambahan kekuatan bagi Telkom.
"Itu aksi korporasi. Kalau mereka minta arahan dari Kementerian wajar-wajar saja secara prinsip kita melihat gabungan itu positif, penambah kekuatan bagi Telkom," ujarnya.
Ia melihat penggabungan itu bukan mengisyaratkan Telkom mengalami kerugian. Hal tersebut, lanjutnya, terlihat dari jumlah pelanggan Telkom yang justru lebih banyak dari Esia. Telkom memiliki 15 juta pelanggan, sedangkan Esia 10-12 juta pelanggan.
"Tidak rugi. Dan mereka juga saya rasa Pak Rinaldy sudah ada hitung-hitungan pasti sehingga merasa ada keyakinan kerjasama ini lebih keuntungan dari tidak. Kita kan sekitar punya 15 juta pelanggan, mereka kan 10-12 juta pelanggan, kalau ini dikerjasamakan menjadi satu kekuatan yang solid mungkin lebih mudah mengejar pertumbuhan," urainya.
(detikinet) |
|
|
90.000 UKM Diberdayakan Lewat Teknologi |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Minggu, 20 Juni 2010 11:51 |
|
Jakarta - Para pebisnis skala usaha kecil dan menengah (UKM) sejatinya punya banyak kesempatan untuk membesarkan usahanya jika mereka tak dipusingkan dengan besarnya pengeluaran biaya penunjang bisnis seperti teknologi informasi (TI).
Menurut Slamet Riyadi, EGM Telkom Divisi Business Services (DBS), TI sebenarnya sangat diperlukan bagi kalangan UKM untuk membantu proses bisnis mereka agar lebih baik lagi. Namun, kendala keuangan yang terbatas membuat UKM lebih suka mencatatkan transaksi bisnisnya secara manual.
"UKM tak akan habis-habisan untuk business supporting, tentu mereka hanya akan all out untuk core business saja. Itu sebabnya mereka perlu dibantu dengan ketersediaan layanan TI yang tidak memberatkan mereka," jelasnya.
Langkah untuk memberdayakan UKM dengan TI pun mulai digiatkan Telkom melalui unit bisnis DBS yang dipimpin Slamet. Tercatat hingga pertengahan Juni ini, Telkom DBS sudah memberdayakan 90.000 UKM dengan layanan TI cloud computing yang bisa menghemat biaya investasi dan operasional secara signifikan.
"Mereka (UKM) terus-terusan kami beri pelatihan dan konsultasi tentang bagaimana memperkuat bisnis utama mereka dengan memanfaatkan TI. Upaya ini kami giatkan supaya UKM di Indonesia juga bisa maju seperti UKM di Korea yang kini tumbuh pesat," kata Slamet.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sekitar 30-35 juta UKM di Indonesia diperkirakan belum memanfaatkan keunggulan TI untuk menunjang keberlangsungan bisnis usahanya. Kebanyakan operasional UKM masih menggunakan sistem manual.
Meskipun masih kecil yang dilayani Telkom, namun perlahan angka itu terus tumbuh. Bukan tidak mungkin dalam lima tahun ke depan, seluruh UKM di Indonesia mulai terbiasa menggunakan TI sebagai tulang punggung penopang lini bisnisnya.
Langkah untuk memberdayakan koperasi dan UKM hingga ke seluruh pelosok desa di Indonesia, didukung penuh oleh Dewan Pengurus Pusat Karang Taruna yang baru. Peran Karang Taruna dinilai sangat strategis untuk memajukan daerah karena organisasi ini memiliki jaringan di semua desa dan kelurahan di Tanah Air.
"Kami akan membuka kerja sama dengan berbagai pihak termasuk swasta dengan bertumpu pada potensi di setiap daerah yang berbeda satu dengan yang lain," ujar Ketua Umum Karang Taruna yang baru, Taufan EN Rotorasiko.
Taufan terpilih menjadi Ketua umum Karang Taruna menggantikan Doddy Susanto dalam ajang Temu Karya Nasional (TKN) VI. TKN VI Karang Taruna dibuka oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Rusli Wahid, dan dihadiri oleh 33 Dewan Pengurus Wilayah Karang taruna tingkat provinsi.
Berdasarkan catatan, hingga Juni 2009, koperasi di Indonesia telah berjumlah 166.155 unit dengan permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri Rp 27,27 triliun dan modal luar Rp 36,25 triliun dengan nilai volume usaha Rp 55,26 triliun.
Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2009 mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku UKM baru pada 2010. Sementara dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2008-Januari 2010 sekitar 17,541 triliun rupiah untuk 2,4 juta debitur.
(detikinet) |
|
Traksaksi Online Tembus 35 T |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Minggu, 20 Juni 2010 11:42 |
|
Transaksi perdagangan online atau e-commerce lewat internet di Indonesia sudah sangat besar. Tahun 2009 lalu saja nilainya menembus angka Rp 35 triliun. Namun sayang, industri ini belum dinikmati pasar dalam negeri.
Demikian diungkap Lembaga Riset Telematika Sharing Vision saat menggelar workshop 'State of The Art Global Electronic & Mobile Micropayment & Mobile Remittance' di Royal Plaza, Singapura.
"Berdasarkan data dari IDC tahun 2009, tercatat nilai perdagangan lewat internet di Indonesia mencapai sekitar $ 3,4 miliar atau setara dengan Rp 35 triliun," kata Chairman Sharing Vision, Dimitri Mahayana.
Namun sayangnya, potensi luar biasa besar ini belum bisa ditangkap oleh pemain lokal. Transaksi online tersebut masih dikuasai oleh pemain asing. Pun demikian, dirinya optimistis bahwa pemain lokal bisa berkembang asalkan para pemilik situs e-commerce dapat menyediakan platform transaksi secara global.
"Metode pembayaran pada transaksi internet masih dominan dilakukan melalui kartu kredit dan kartu debet. Berikutnya adalah dengan Paypal, transfer bank serta cash on delivery (CoD)," paparnya.
Ditambahkan oleh pria yang akrab dipanggil Pak Dim ini, dengan mengikuti platform transaksi yang lazim dilakukan, sebenarnya akan semakin membuka peluang bagi e-commerce dalam negeri.
"Semakin banyak pengakses situs mereka, ini akan mendorong pemilik situs untuk menyediakan global platform payment. Sehingga memudahkan pengakses untuk bertransaksi. Karena semakin mudah, cepat dan aman, maka bisa meyakinkan pengakses untuk transaksi," jelasnya.
Optimisme tersebut cukup beralasan. Pasalnya, berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Forrester Research, tahun 2010 ini potensi pasar e-commerce secara global mencapai US$ 172,9 miliar.
(detikinet) |
|
Perlunya UMKM Memperkuat dengan IT |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Senin, 03 Mei 2010 09:26 |
|
JAKARTA (Bisnis.com): Pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM) Indonesia harus diperkuat dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi modern agar memiliki daya saing kuat menghadapi kompetitor asing yang terus memasuki pasar Indonesia. ”Tanpa dukungan kekuatan tersebut, sektor riil kita sulit menghadapi persaingan global, terutama menghadapi pasar bebas dengan negara Asean, terutama China,” ungkap Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Teknologi Kementerian Koperasi dan UKM Wayan Suarja kepada Bisnis, hari ini. Dengan penerapan teknologi modern, KUMKM Indonesia baru bisa kompetitif dengan China yang telah lebih dulu memanfaatkannya. Hal itu dibuktikan dengan penawaran berbagai produk yang nilai jualnya rata-rata di bawah komoditas nasional.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Oleh Administrator
|
|
Senin, 25 Januari 2010 08:15 |
|
Ini ada info SEO Contest, buat para webmaster, it's a challange...
Selamat datang di kontes SEO Astaga!com, kontes SEO dengan total hadiah lebih dari 30 Juta Rupiah ini diadakan dalam rangka ASTAGA REBORN. Selamat berlomba dengan jujur dan menjunjung tinggi sportivitas. Pastikan terlebih dahulu membaca semua peraturan yang ditetapkan dan terus mengikuti berita terbaru seputar kontes SEO Astaga!com.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |